google.com, pub-5820561844112673, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Iklan

Sungai Efrat Terus Mengering Benarkah Pertanda Kiamat Sudah Dekat?

Author by Fitra Andriyan
Thursday, March 23, 2023 | March 23, 2023 WIB Last Updated 2023-03-23T15:30:43Z
Sebuah perahu di tepi Sungai Efrat yang mengering akibat dampak perubahan iklim. Foto/thetimes.

Internasional, ARDnusantara.com - Sungai Eufrat atau Sungai Efrat terus mengering dalam beberapa dekade terakhir. Dalam Alkitab, mengeringnya Sungai Efrat menjadi petanda bahwa hal-hal besar akan terjadi, termasuk kiamat.
Banyak orang beranggapan bahwa keringnya Sungai Efrat merupakan pertanda kiamat sudah dekat.

Dilansir dari detikInet, kebedaraan Sungai Efrat tak lepas dari keberadaan Sungai Tigris. Dua sungai kembar ini membelah Suriah dan Irak sebelum bermuara ke Teluk Persia.

Selama ribuan tahun, sungai kembar ini menghidupi komunitas pertanian dan kota-kota besar berkembang di Mesopotamia, yang dianggap sebagai tempat lahir beberapa peradaban paling awal di dunia.

Namun, selama beberapa dekade, sistem Sungai Tigris dan Eufrat semakin mengering. Dalam sebuah laporan pada 2021 silam, sungai ini diprediksi bakal kering total pada 2024 mendatang karena perubahan iklim.

Satelit kembar Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) milik NASA mengumpulkan gambar area ini pada tahun 2013 dan menemukan bahwa cekungan sungai Tigris dan Eufrat telah kehilangan 144 kilometer kubik air sejak tahun 2003.

"Data GRACE menunjukkan tingkat penurunan penyimpanan air total yang mengkhawatirkan di lembah Sungai Tigris dan Efrat, yang saat ini memiliki tingkat kehilangan penyimpanan air tanah tercepat kedua di Bumi, setelah India," kata Jay Famiglietti, peneliti utama studi dan ahli hidrologi sekaligus profesor di UC Irvine, dikutip detikInet dari IFL Science.

"Tingkat kekeringan sangat mencolok setelah tahun 2007. Sementara itu, permintaan air tawar terus meningkat, dan wilayah tersebut tidak mengoordinasikan pengelolaan airnya karena perbedaan interpretasi hukum internasional," jelas Famiglietti.

Ketegangan pun mulai terlihat. Namun keruntuhan total sistem sungai akan menyebabkan bencana bagi wilayah tersebut. Jutaan orang di seluruh Turki, Suriah, dan Irak bergantung pada Tigris-Eufrat untuk mendapatkan air.

Saat sungai-sungai mulai bergolak, perselisihan internasional tentang akses ke air sudah memanas. Argumen-argumen ini juga menghalangi pemerintah untuk secara efektif mencapai solusi untuk masalah ini.

Kekeringan karena air, negara-negara ini juga dibayangi risiko krisis kesehatan masyarakat. Sebuah laporan baru-baru ini yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ) menyelidiki banyak sekali keadaan darurat kesehatan terjadi di Irak karena orang berjuang untuk mendapatkan air bersih.

"Diare, cacar air, campak, demam tifoid, dan kolera saat ini menyebar di seluruh Irak karena krisis air, dan pemerintah tidak lagi memberikan vaksin kepada warganya," kata Naseer Baqar, aktivis iklim dan koordinator lapangan di Tigris River Protectors Association di Irak.

Prediksi Alkitab tentang nasib Sungai Efrat mungkin ada benarnya, bahwa mengeringnya sungai ini menandakan akan terjadinya kiamat. Bisa jadi kiamat yang dimaksud berupa krisis air yang berdampak luas menimbulkan keprihatinan dan kekacauan di masyarakat.

Source:detiksumut





Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sungai Efrat Terus Mengering Benarkah Pertanda Kiamat Sudah Dekat?

Trending Now

Iklan