ARDnusantara.com INDRAGIRI – Ketua Aliansi Media Indragiri (AMI), M. Arsyad, menyayangkan terjadinya gangguan sistem jaringan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sudah berlangsung selama dua hari terakhir. Menurutnya, lemahnya sistem kontrol jaringan membuat masyarakat kesulitan melakukan transaksi pembayaran, baik melalui bank maupun loket-loket pembayaran resmi yang telah ditetapkan.
“Kami sangat menyayangkan lemahnya sistem kontrol jaringan yang terjadi saat ini. Sudah dua hari masyarakat tidak bisa melakukan pembayaran PBB. Kalau hari ini saat warga datang ke bank atau loket pembayaran resmi ternyata tidak bisa, belum tentu besok mereka ingat kembali untuk membayar. Bisa-bisa hal ini terlupakan, bahkan tertunda sampai tahun depan,” ungkap M. Arsyad, Selasa (26/5/2026).
Menurut Arsyad, kendala teknis yang berlarut-larut seperti ini sangat merugikan masyarakat yang justru sudah berniat taat dan tepat waktu dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Ketidakstabilan sistem dinilainya mencerminkan belum maksimalnya pelayanan yang diberikan kepada publik.
Oleh karena itu, pihaknya meminta instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan secara menyeluruh. Arsyad menegaskan, masalah ini harus diselesaikan secepat mungkin agar tidak berlanjut dan menimbulkan keluhan yang lebih luas dari masyarakat.
“Kami minta sesegera mungkin dilakukan perbaikan. Jangan sampai hal seperti ini berlarut-larut, karena ini menyangkut pelayanan publik dan kepatuhan warga dalam membayar pajak,” tegasnya.
Pihaknya juga menyayangkan sikap Kepala Badan Efrizon, yang tidak merespons ketika dimintai konfirmasi terkait gangguan tersebut. Berdasarkan keterangan Arsyad, pihaknya telah berupaya menghubungi Kepala Badan Efrizon melalui pesan singkat WhatsApp, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban maupun penjelasan resmi mengenai penyebab dan kapan sistem akan pulih kembali.
Redaksi

