google.com, pub-5820561844112673, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Iklan

Soal Dugaan Keracunan Program MBG, Pemerhati: Ini Sebuah Peringatan untuk Semua Pihak

Author by Fitra Andriyan
Saturday, August 23, 2025 | August 23, 2025 WIB Last Updated 2025-08-23T07:30:48Z
Penulis: H. Andi Muhammad Ramadhani (Anggota ICMI Orda Inhil).

TEMBILAHAN, - Kasus keracunan makanan yang menimpa anak-anak kembali menjadi perhatian publik. Peristiwa ini bukan sekadar musibah biasa, tetapi sebuah pelajaran penting tentang betapa seriusnya persoalan keamanan pangan, terlebih ketika melibatkan anak-anak yang masih sangat rentan.

Dalam persoalan ini, ada beberapa pihak yang perlu dilihat secara jernih.

Pertama, penyedia makanan memegang tanggung jawab utama. Baik itu katering, kantin sekolah, koperasi, maupun pihak ketiga lainnya, mereka berkewajiban memastikan makanan yang disajikan aman, sehat, dan layak dikonsumsi. Setiap kelalaian dalam pengolahan, penyimpanan, maupun distribusi tentu bisa berdampak langsung pada kesehatan konsumen, apalagi anak-anak.

Kedua, penyelenggara kegiatan atau lembaga yang menyalurkan makanan juga memiliki peran penting. Sekolah, panitia, atau instansi terkait tidak bisa serta-merta lepas tangan. Mereka wajib melakukan pengawasan terhadap pihak penyedia agar makanan yang dibagikan benar-benar sesuai standar.

Ketiga, pemerintah melalui dinas kesehatan dan instansi terkait punya kewajiban dalam hal regulasi dan pengawasan. Fungsi ini sangat menentukan, agar setiap produk pangan yang beredar di masyarakat, khususnya yang masuk ke lingkungan sekolah, terjamin keamanannya.

Melihat dari sisi hukum, Pasal 1365 KUHPerdata menegaskan bahwa setiap perbuatan yang merugikan orang lain karena kelalaian, harus dipertanggungjawabkan. Selain itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan maupun Undang-Undang Perlindungan Konsumen juga menekankan pentingnya jaminan mutu dan keamanan makanan bagi masyarakat.

Dari sisi agama, amanah dalam memberi makanan yang halal dan thayyib (baik) sangat ditekankan. Allah SWT berfirman:

"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.” (Al-Baqarah ;168).

Ayat ini menegaskan bahwa makanan yang kita berikan,apalagi kepada anak-anak, harus benar-benar terjamin kehalalannya dan kebaikannya. Rasulullah SAW juga bersabda:

"Barang siapa menipu kami, maka ia bukan golongan kami.” (HR.Muslim).

Hadis ini menjadi peringatan keras bahwa kelalaian atau kecurangan dalam urusan makanan bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi juga dosa besar.

Memberikan makanan yang membahayakan sama saja dengan mengkhianati amanah yang Allah titipkan.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menasihatkan bahwa makanan yang masuk ke tubuh manusia akan berpengaruh langsung pada hati, akhlak, dan perilakunya. Bila makanan yang diberikan tidak baik, maka ia bisa merusak jiwa dan masa depan generasi. Inilah yang seharusnya menjadi renungan bagi setiap orang yang diberi amanah menyediakan makanan.

Oleh karena itu, kasus keracunan makanan anak-anak semestinya dipandang sebagai peringatan bersama.

Bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk memperbaiki tata kelola, memperketat pengawasan, dan memastikan semua pihak menjalankan kewajiban sesuai porsinya.

Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Memberi mereka makanan yang aman dan layak bukan hanya soal kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab moral dan agama. Setiap suapan yang masuk ke mulut mereka adalah amanah. Jangan sampai karena kelalaian, amanah itu berubah menjadi bencana.

“Ya Allah, lindungilah anak-anak kami dari segala marabahaya. Berikanlah makanan yang halal dan baik bagi mereka, sehatkan tubuh dan jiwa mereka, serta jadikan mereka generasi yang kuat, beriman, dan berakhlak mulia. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.”

Sudah saatnya kita menempatkan kesehatan anak-anak sebagai prioritas, sebab dari merekalah masa depan negeri ini akan bertumbuh.***

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Soal Dugaan Keracunan Program MBG, Pemerhati: Ini Sebuah Peringatan untuk Semua Pihak

Trending Now

Iklan