google.com, pub-5820561844112673, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Iklan

Harga Kelapa Bulat Kian Tertekan, Plt Kadisdagtri Inhil: Ketidakseimbangan Pasokan Lokal hingga Dinamika Global Jadi Pemicu Turunnya Harga

Author by Fitra Andriyan
Saturday, January 24, 2026 | January 24, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T18:04:45Z

 

Petani kelapa di Inhil saat mengupas kelapa menjadi kelapa bulat/dok.int

TEMBILAHAN, Harga kelapa bulat di Kabupaten Indragiri Hilir memasuki minggu ke-4 januari 2026, terus mengalami penurunan. Jika pada awal januari lalu harga kelapa jambul (Bulat-red) di tingkat petani masih berada di kisaran angka Rp.4,700 per Kilogram, saat ini harga kelapa telah berada di angka Rp.3,700 per Kilonya.

"Kelapa bulat hari ini sudah Rp.3,700 perkilo, turun terus nampaknya," kata Kamaruddin Sabtu, 24/01/2026.

Kamaruddin yang berprofesi sebagai petani sejak remaja hingga beranjak usia kepala empat itu mengatakan, penurunan yang terjadi cukup intens sebab hanya terjadi dalam beberapa hari.

"Dalam 2 hari kemarin sejak Kamis dan Jumat, sudah turun lagi Rp600. Harga dipancang atau dikapal sama saja turun semua," lanjutnya.

Kekhawatiran Kamaruddin cukup beralasan sebab kata dia, selain biaya operasional yang cukup tinggi, harga kebutuhan bahan pokok tidak serta merta ikut mengalami penurunan. 

Kondisi ini akan mengakibatkan pendapatan para petani menjadi tidak seimbang secara signifikan. Padahal kelapa bulat merupakan komoditas unggulan yang menjadi ujung tombak penghidupan, bagi mayoritas masyarakat di kabupaten indragiri hilir.

"Sekarang biaya operasional cukup tinggi ditambah kebutuhan pokok sekarang serba mahal. Kalau turun terus bisa bisa-bisa minus pendapatan," sambungnya.

Dia berharap pemerintah serta pihak perusahaan dapat mengatasi persoalan tersebut, agar harga tidak terus terjun bebas. Apalagi jelang memasuki bulan ramdhan dan lebaran idul fitri kebutuhan ekonomi akan mengalami peningkatan.

Terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Disdagtri Inhil TM. Saifullah membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan penurunan harga komoditas unggulan itu tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor baik domestik maupun global.

"Salah satu faktor utama adalah ketidak seimbangan antara supply dan demand (Permintaan dan Penawaran-red), sehingga membuat harga kelapa alami penurunan," terangnya.

TM. Saifullah menjelaskan dari informasi yang ia dapatkan, sejumlah penampung serta perusahaan pengolahan kelapa dilaporkan mengalami penumpukan stok sehingga mengakibatkan volume serapan ikut menurun.

"Kita dapat laporan pasokan di perusahaan cukup menumpuk, sementara daya serap industri melemah, akibatnya harga kelapa ikut tertekan," terangnya.

Tak hanya pasar domestik kata TM Saifullah, dinamika ekspor juga memberikan pengaruh besar terutama terhadap Negara-negara yang menjadi pasar utama penerima ekspor kelapa Indonesia.

"Menurut informasi harga ekspor ke China misalnya dilaporkan mengalami tekanan akibat melimpahnya pasokan global termasuk kelapa dari Vietnam saat ini dilaporkan juga sedang melimpah," terangnya.

Lebih jauh kata dia, ditengah ketidakpastian situasi global saat ini turut menjadi faktor penentu, sehingga berakibat pada pelemahan daya beli di sejumlah negara tujuan ekspor yang berdampak pada penurunan harga di tingkat lokal.

Namun demikian TM Saifullah memastikan, pemerintah daerah saat ini terus berupaya meminta kementrian maupun lembaga terkait untuk memberikan solusi agar dilakukan penetapan batas ambang wajar harga kelapa dalam (kelapa kampung), demi terciptanya kepastian harga di tingkat petani.

"Pak Bupati akan terus berupaya meminta atensi dari pemerintah pusat melalui kementrian atau lembaga terkait, agar dapat memberikan solusi. Paling tidak ada aturan yang dapat ditetapkan oleh pemerintah pusat tentang batas ambang wajar minimal harga kelapa kita di Inhil," pungkasnya.***

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Harga Kelapa Bulat Kian Tertekan, Plt Kadisdagtri Inhil: Ketidakseimbangan Pasokan Lokal hingga Dinamika Global Jadi Pemicu Turunnya Harga

Trending Now

Iklan