google.com, pub-5820561844112673, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Iklan

Ketua HPPI dan IKMR Inhil, Romi Irawan S.T, Hadiri Peresmian dan Doa Bersama Pasar Subuh, Solusi Strategis Jaga Ekonomi Warga

Saturday, May 16, 2026 | May 16, 2026 WIB Last Updated 2026-05-16T08:07:44Z



ARDnusantara.com, Tembilahan, Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam menjaga roda perekonomian masyarakat sekaligus mewujudkan fasilitas perdagangan yang lebih modern, layak, dan tertata akhirnya terwujud sepenuhnya. Bupati Inhil, Herman, secara resmi membuka operasional Pasar Subuh yang berfungsi sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi para pedagang Pasar Rakyat dan Pasar Terapung Tembilahan, disertai dengan kegiatan doa bersama, pada Jumat (15/5/2026) malam. 

Peresmian ini menandai dimulainya babak baru aktivitas perdagangan di kawasan tersebut, sekaligus menjadi jaminan kelangsungan usaha pedagang sembari menunggu pembangunan pasar permanen di Jalan Yos Sudarso rampung dibangun.

 


Momen bersejarah dan penuh makna ini turut dihadiri oleh Ketua Himpunan Pendagang  Pasar Indragiri Hilir (HPPI) dan  Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Inhil, Romi Irawan S.T. Kehadiran Romi Irawan mewakili elemen organisasi masyarakat dan dunia usaha ini menjadi bukti nyata dukungan luas dari berbagai kalangan terhadap kebijakan pemerintah daerah, demi menjaga stabilitas dan kemajuan ekonomi masyarakat Indragiri Hilir. Acara ini juga diwarnai dengan doa bersama agar operasional pasar sementara ini berjalan lancar, membawa berkah, dan pembangunan pasar permanen dapat terlaksana dengan baik hingga selesai.

 


Relokasi sementara ke lokasi baru di Lapangan Gadjah Mada atau tepatnya di belakang Kantor PU ini merupakan langkah strategis yang diambil pemerintah. Tujuannya agar pembangunan fisik pasar permanen yang lebih megah dan modern dapat berjalan lancar, aman, dan tepat waktu, tanpa harus menghentikan atau menghambat aktivitas jual beli warga yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan pasar permanen ini tuntas dan dapat digunakan sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang.

 Langkah yang cepat, terencana, dan solutif ini pun langsung disambut dengan rasa syukur dan gembira oleh sekitar 267 pedagang yang terdampak relokasi. Mereka pun mengapresiasi tinggi perhatian pemerintah yang tetap memberikan ruang usaha yang layak dan terjamin, sehingga mata pencaharian mereka dan keluarga tetap terjaga selama masa transisi ini berlangsung.

 


Agar seluruh pedagang dapat tertampung dengan adil dan bisa beraktivitas dengan nyaman serta aman, pemerintah menerapkan sistem pembagian waktu atau shift berjualan yang terstruktur dan tertib. Jadwal operasional dibagi menjadi tiga sesi yang disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat, yaitu: shift subuh hingga pagi mulai pukul 00.00 hingga 08.00 WIB, shift siang pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, dan shift sore hingga malam berlangsung pukul 15.00 hingga 24.00 WIB. Tidak hanya sekadar menyediakan lahan kosong, pemerintah daerah juga melengkapi lokasi TPS ini dengan beragam fasilitas penunjang kebutuhan dasar, mulai dari penyediaan payung untuk lapak pedagang, gudang penyimpanan barang dagangan, musholla untuk beribadah, hingga fasilitas toilet yang bersih dan memadai, semua demi kenyamanan pedagang maupun pembeli.

 


Dalam sambutan resminya, Bupati Herman menegaskan bahwa keberadaan TPS atau Pasar Subuh ini adalah wujud nyata komitmen kuat pemerintah daerah untuk menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan keberlangsungan ekonomi rakyat. “Pemerintah berupaya memberikan solusi terbaik agar pembangunan pasar tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan aktivitas ekonomi masyarakat. Kita ingin para pedagang tetap bisa mencari nafkah dengan fasilitas yang lebih tertata dan layak, sembari menunggu pasar permanen selesai dibangun dan bisa digunakan bersama,” ujar Herman di hadapan para undangan dan pedagang.

Ia juga menyampaikan harapannya agar nantinya pasar permanen yang sedang dibangun tersebut dapat menjadi pusat perdagangan unggulan di wilayah ini, yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang serta memberikan kenyamanan dan kemudahan berbelanja bagi masyarakat Kota Tembilahan dan sekitarnya.

 


Selain memastikan kelancaran dan keamanan dalam berusaha, Bupati Herman juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum dan kebersihan lingkungan di sekitar lokasi pasar. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemerintah akan melakukan pengawasan dan pembinaan secara ketat namun humanis, agar para pedagang hanya beraktivitas di dalam area yang telah ditentukan, serta tidak memakan badan jalan atau lahan parkir yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. “Ketertiban, keamanan, dan kebersihan harus sama-sama kita jaga dan kita wujudkan. Ini demi kenyamanan kita semua, serta agar wajah Kota Tembilahan tetap rapi, bersih, dan indah selama proses pembangunan pasar berlangsung,” tegasnya dengan nada mantap.

Peresmian dan doa bersama Pasar Subuh ini pun menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan lintas elemen masyarakat dan pemerintah. Turut hadir dalam kesempatan bersejarah tersebut antara lain Kapolres Inhil, Dandim 0314/Inhil, Asisten II Setda Inhil, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Kepala Satpol PP, Camat Tembilahan, serta para perwakilan pedagang dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai pihak ini semakin menguatkan tekad dan semangat bersama untuk terus memajukan perekonomian serta pembangunan daerah Indragiri Hilir yang lebih sejahtera.

Redaksi

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketua HPPI dan IKMR Inhil, Romi Irawan S.T, Hadiri Peresmian dan Doa Bersama Pasar Subuh, Solusi Strategis Jaga Ekonomi Warga

Trending Now

Iklan